Sabtu, 21 Mei 2011

RESIKO ABORSI PADA REMAJA


Gaya pacaran remaja saat ini sudah mulai mengarah kearah yang sangat bebas dan tanpa adanya norma-norma  yang membatasi pergaulan mereka. Dahulu seks adalah hal yang sangat tabu dan sangat tercela namun diera globalisasi ini dimana perkembangan teknologi yang kian mendunia para remaja bahkan anak dibawah umur dapat dengan mudah  membuka situs-situs yang seharusnya tidak layak untuk dtonton. Tanpa kita sadari perkembangan tekhnologi membawa dampak negative dimana masyarakat mulai mengikuti kebudayaan barat yang bebas dan tanpa batasan. Ditandai dengan adanya seks bebas yang mengakibatkan  semakin maraknya kasus abosrsi yang dilakukan oleh kaum remaja 
            Hubungan seks bebas  membawa cukup banyak dampak negative pada diri pelaku maupun pada lingkungan sekitar,dimana  seks bebas memungkinkan seseorang akan tertular penyakit dan adanya kehamilan di luar nikah.
            Dengan semakin maraknya  kehamilan diluar nikah menyebabkan kasus aborsi pada remaja pun meningkat secara signifikan,perlu diketahui bahwa tindakan aborsi memiliki resiko yang sangat tinggi terhadap keselamatan jiwa perempuan. Berikut ini resiko yang terjadi apabila melakukan aborsi,khususnya kaum remaja:
Ø  Kematian karena terlalu banyak pendarahan .
Ø  Kemantian mendadak karena pembiusan yang gagal.
Ø  Kematian secara lambat akibat infeksi serius disekitar kandungan.
Ø  Sobeknya rahim/uterine perforation.
Ø  Kerusakan leher rahim(cervical lacerations) yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya.
Ø  Kanker payudara,karena ketidakseimbangan hormon estrogen pada wanita.
Ø  Kanker indung telur/ovarian cancer.
Ø  Kanker leher rahim/cervical cancer.
Ø  Kanker hati/liver cancer.
Ø  Kelainan pada placenta /ari-ari(placenta previa),yang akan menyebabkan cacat pada anak berikutnya atau pendarahan hebat pada saat kehamilan berikutnya.
Ø  Infeksi rongga panggul/pelvic inflammatory disease
Ø  Menjadi mandul ,tidak mampu memiliki keturunan lagi/ectopic pregnancy.
Ø  Infeksi pada lapisan rahim/endometriosis.
Ø   Infeksi alat reproduksi karena melakukan kuretase (secara medis) yangdilakukan secara tak steril.hal ini membuat remaja mengalami kemandulan dikemudian hari setelah menikah.
Ø  Pendarahan sehingga remaja dapat mengalami shock akibat pendaran dan gangguan neurologis. Selain itu pendarahan juga dapat mengakibatkan  kematian ibu maupun anak atau keduanya.
Ø  Resiko terjadinya reptur uterus atau robeknya rahim lebih besar dan menipisnya dinding rahim akibat kuretase.
Ø  Terjadinya fistula genital traumatis,yakni suatu saluran atau hubungan antara genital dan saluran kencing atau saluran pencernaan yang secara normal tidak ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar